Menpora Sebut Malaysia Tidak Etis Minta Maaf Lewat Twitter

    7
    0

    SURABAYA- (TribunOports.com)
    Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan pemerintah Malaysia tidak cukup untuk meminta maaf melalui media sosial "Twitter" mengenai insiden penganiayaan terhadap pendukung Indonesia selama pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 antara tim nasional Indonesia dan Malaysia di Bukit Stadion Nasional Jalil 19 November lalu.

    Di tengah menyaksikan pertunjukan wayang kulit di Surabaya, Minggu pagi, Menpora mengaku telah mengetahui permintaan maaf dari Pemerintah Malaysia yang dilakukan melalui media sosial Twitter setelah penganiayaan para pendukung Indonesia yang terjadi di Kuala Lumpur pada 19 November.

    Baca juga: Indonesia mendesak Malaysia untuk meminta maaf atas insiden pemukulan terhadap pendukung

    "Pemerintah Malaysia harus secara resmi meminta maaf kepada rakyat Indonesia," katanya.

    Selain itu, katanya, setelah penganiayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengirim surat resmi kepada Pemerintah Malaysia untuk menyelidiki sepenuhnya peristiwa ini, serta menuntut penyelesaian hukum dari para pelaku penganiayaan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. .

    "Jadi karena kami telah mengirim surat secara resmi, Pemerintah Malaysia juga harus menyampaikan permintaan maaf resmi juga," katanya.

    Baca juga: LGI mendesak pemerintah-PSSI untuk menyelesaikan kekerasan para pendukung Malaysia

    Baca juga: La Grande Indonesia: Pendukung Malaysia menyerang sampai hotel

    Menpora mencontohkan insiden penganiayaan terhadap pendukung Malaysia ketika kedua tim nasional berkompetisi di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta.

    "Pada saat itu Pemerintah Indonesia segera meminta maaf secara formal. Bahkan, Menpora kami yang saat itu dipegang oleh Pak Imam Nahrowi datang langsung ke Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia untuk menyampaikan permintaan maaf," katanya.

    Baca juga: Indonesia vs Malaysia diwarnai oleh insiden saling melempar di antara pendukung

    Dia seharusnya melanjutkan, Pemerintah Malaysia juga bisa bertindak bijak untuk menyampaikan permintaan maaf resmi seperti yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

    "Jika Anda meminta maaf secara resmi, Anda pasti akan dimaafkan. Selama ada juga kepastian bahwa para pelaku penganiayaan telah diproses secara hukum," katanya. TOR-10

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here